20110823

“Performa Biaya Tetap Dan Biaya Variabel Dalam Usaha Tani Terpadu Kabupaten Timor Tengah Selatan”

“Performa Biaya Tetap Dan Biaya Variabel Dalam Usaha Tani Terpadu Kabupaten Timor Tengah Selatan”



PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kabupaten Timor Tengah Selatan merupakan salah satu Kabupaten di Nusa Tenggara Timur, secara geografis terletak antara 1240 490 01 – 1240 04 00 BT dan antara 90- 100 LS. Kabupaten ini di sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Timor Tengah Utara, di sebelah selatan berbatasan dengan Laut Timor, di sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Kupang dan di sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Belu.
Luas wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan 3.947 Km2.
Secara administratif, Kabupaten ini terbaagi menjadi 32 Kecamatan. Pada tahun 2009 memiliki jumlah penduduk 412.353 jiwa yang terdiri dari 209.840 jiwa pria dan 202.513 Jiwa wanita dengan tingkat kepadatan penduduknya sendiri mencapai 104,47 per Km2. Banyak sumber daya alam yang menjadi penghasilan dari pendapatan daerah dan menjadi prioritas dari masyarakat kabupaten TTS.
Pertanian merupakan sector andalan dari kabupaten TTS yang merupakan sector yang paling mendominasi di daerah TTS serta dengan banyak keragaman hayati yang ada. Dalam mengusahakan dan mengupayakan terwujudnya masyarakat yang sejaterah masyarakat TTS terus berusaha untuk memajukan bidang pertanian dengan bantuan dari pemerintah sebagai motor pengerak dari sector pertanian yang dimainkan oleh masyarakat TTS.
Tidak terlepas dari pertanian itu sendiri kita kenal dengan yang namanya faktor pendukung dalam mengusahakan suatu lahan seperti biaya sewa lahan, biaya pengeluaran untuk petani, biaya hidup , itu semua merupakan biaya yang dikeluarkan tanpa berhubungan dengan kenaikan dan penurunan hasil pertanian tersebut itu yang disebut dengan biaya tetap, tetapi biaya tetap itu sendiri tidak terlepas juga dengan namanya biaya variable atau yang kita sering kita lihat pada biaya untuk pupuk, bibit , penanaman, panen dan sebagainya yang berhubungan dengan naik turunnya pruduksi suatu tanaman. Dalam peper ini dapat dijelaskan tentang performa biaya tetap dan biaya variable dalam usaha tani terpadu yang ada di Kabupaten Timor Tengah Selatan yang merupakan salah satu kabupaten pemasok jagung bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur.
B. Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan paper ini yaitu mengetahui performa biaya tetap dan biaya variable dalam usaha tani terpadu di Kabupaten Timor Tengah Selatan.
METODOLOGI PENULISAN
Metode penulisan yang digunakan yang dipakai dalam pembuatan paper ini adalah secara pustaka dan sebagian diambil dari internet sebagai penunjang pembuatan paper ini serta data lokasi yang diambil yaitu Kabupaten Timor Tengah Selatan yang lebih spesifiknya ke salah satu komoditas yang paling mendominasi yaitu jagung yang diambil dari salah satu kecamatan di Kabupaten Timor Tengah Selatan yaitu Kecamatan Mollo Utara

TINJAUAN PUSTAKA
Biaya produksi merupakan jumlah dari biaya tetap yang berlangsung berkaitan dengan jumlah tanaman yang dihyasilkan diatas lahan, biaya ini harus dibayar apakah menghasilkan sesuatu atau tidak, termasuk didalamnya adalah sewa lahan, pajak lahan, pembayaran kembali pinjaman dan biaya hidup. Biaya variable yang secara langsung berkaitan dengan jumlah tanaman yang diusahakan dan dengan input variable yang dipakai misalkan penyiangan, tenaga kerja, pupuk, bibit, biya total produksi adalah biaya tetap total ditambah biaya variable total. Katrena biaya tetap harus dibayar apakah terjadi produksi atau tidak, komponen biaya tetap dalam biaya total untuk menghasilkan 1 satuan biaya tetap Dalam biaya total untuk menghasilkan 1 satuan output akan lebih tinggi dibandingkan dengan bagian biaya tetap dari biaya total untuk menghasilkan 10 output.
1. Biaya Tetap
Biaya tetap, kadang-kadang disebut disebut overhead adalah biay-biaya yang dalam batas-batas tertentu tidak berubah ketika kegiatan berubah. Jadi kenaikan pengunaan lahan sebanyak 20% untuk suatu jenis tanaman atau jumlah ternak telah meningkat biaya tetap. Namun kenaikan sebesar 100% bagaimanapun akan mningkatkan biaya tetap. Pada kebanyakan usaha tani, biaya-biaya tetap tidak terlalu banyak berubah mengikuti tingkat atau campuran perubahan kegiatan kecuali tentu saja kenaikan karena pertambahan biaya. Ada dua macam biaya tetap yang ketahui secara umum yaitu
• Biaya Tetap Total
Yang termasuk Biaya tetap total yaitu
- pengelauaran untuk biaya hidup petani
- Upah, pangan dan sandang pangan
- Tingkat bunga pinjaman dan pembayaran kembali
- Pengantian berbagai jenis barang modal seperti ala-alat, mesin-mesin dan bangunan
- Perbaikan persediaan ai, jlan dan peralatan
- Pengeluaran untuk perjalanan dan bisnis
- Biaya untuk mengoperasikan sepeda motor atau truc sewa
• Biaya Operasi
Komponen utama biaya tetap atau untuk operasi adalah :
- Upah penaksanaan kegiatan sebuah konsep yang kontroversial
- Upah karyawan tetap
- Pengelauran-pengeluaran bisnis
2. Biaya Variabel
Biaya variabel adalah biaya untuk pengunaan input yang tidak tetap. Smakin banyak memakai input variabel maka input variable, maka setiap input ekstra menyumbang output semakin sedikit. Buaya variabl juga dikenal sebagai biaya-biaya langsung. Sesuai dengan namanya biaya-biaya ini berubah-ubah mengikuti ukuran atau tingkat output suatu kegiatan. Misalkan jika lahan yang ditanami jagung diperluas 50%, maka bibit pupuk dan tenaga kerja akan bertambah walaupun tik 50%. Kadang-kadang misalkan tenaga kerja tersedia tanpa biya eksta
Biaya variabel proporsional terhadap tingkat intensif setiap kegiatan, namun juga memerlukan hasil per hektar, jadi jumlah dan jenis pupuk, bibit, pengolahan lahan dan penyiangan sebagian besar menentukan hasil tanaman perhektar. Demikian pula, tingkat dan jenis pakan dan obat-obatan yang berpengaruh pada penting terhadap produktivitas setiap jenis tanaman maupun ternak.
Upaya untuk mengidentifikasi biaya-biaya variable suatu kegiatan dimaksud untuk memberikan gambaran pada petani mengenai besarperubahan biaya jika memperluas atau mengontrak kegiatan apapun misalkan jika diputuskan mengurangi luas lahan kapas dan memperluas lahan jagung, biaya variable akan berubah. Dengan mengetahui kemungkinan biaya variable dan pendapatan kotor, penasihat petani harus segera membuat penilaian tentang kegunaan setiap perubahan yang diusulkan.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Perkembangan usahatani di Kabupaten Timor Tengah Selatan ( TTS ) sekarang ini semakin hari semakin menurun dikarenakan luas lahan dari usaha tani semakin besar dikarenakan jumlah penduduk semakin tinggi sehingga kebutuhan akan sandang dan pangan sendiri semakin besar dengan demikian biaya yang dikeluarkan untuk mendapatan makanan tersebut semakin besar.
Jumlah penduduk merupakan salah satu faktor pendukung dalam usahatani untuk mengembangan kegiatan usahatani tersebut seperti kita lihat pada Tabel 1 jumlah penduduk di Kabupaten Timor Tengah Selatan semakin tahun semakin bertambah dan pertambahan penduduk kebanyakan didominasi oleh perempuan karna perempuan jumlahnya lebih banyak dibandingkan laki-laki. Dari table dibawah ini dapat kita lihat bahwa rumah tangga usaha tani di kabupaten Timor Tengah Selatan jumlahnya beragam dari yang tertinggi yaitu dari kecamatan Ki’e dan yang paling terendah yaitu dari kecamatan Kok baun.

Table 1
Daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan Menurut Kecamatan Dan Rumah Tangga Usahatani
No Kecamatan Luas ( Km2) Laki-Laki
Perempuan
Jumlah
Rumah Tangga Usahatani
1 Mollo Utara 208,22 11.430 11.573 23.003 4.826
2 Fatumnasi 198,65 3.255 3.324 6.580 1.489
3 Tobu 98,89 4.463 4.805 9.268 2.095
4 Nunbena 134,49 2.493 2.519 5.011 1.201
5 Mollo Selatan 147,18 7.599 7.312 14.911 3.075
6 Pollen 250,29 6.642 6.786 13.428 3.427
7 Mollo Tengah 99,69 3.702 3.687 7.389 1.695
8 Mollo Barat 165,14 3.530 3.465 6.995 1.992
9 Kota Soe 28,08 19.700 18.915 38.615 3.660
10 Amanuban Barat 114,30 10.786 10.686 21.472 4.216
11 Batu Putih 102,32 6.046 5.916 11.962 2.817
12 Kuatnana 141,22 7.343 7.269 14.613 3.421
13 Amanuban Selatan 326,01 11.864 11.653 23.516 5.726
14 Noebeba 186,02 5.661 5.440 11.101 2.795
15 Kuanfatu 136,52 9.374 9.360 18.734 4.269
16 Kualin 195,64 10.387 10.242 20.629 4.512
17 Amanuban Tengah 87,71 7.412 7.551 14.963 3.321
18 Oenino 154,96 8.985 9.259 18.244 2.858
19 Kolbano 108,70 5.161 5.285 10.446 4.920
20 Amanuban Timur 149,26 8.124 8.318 16.442 4.178
21 Fautmolo 46,34 3.467 3.689 7.156 1.759
22 Fatukopa 65,59 2.383 2.549 4.932 1.286
23 Kie 162,78 10.119 10.881 21.000 5.592
24 Kotolin 58,94 5.297 5.684 10.981 2.423
25 Amanuban Selatan 82,64 8.346 9.293 17.639 4.489
26 Boking 94,58 4.749 5.011 9.760 2.546
27 Santian 48,17 6.432 7.167 13.598 1.698
28 Noebana 49,63 2.218 2.394 4.612 1.299
29 Nunkolo 69,09 3.022 3.384 6.406 3.452
30 Amanatun Utara 105,84 7.791 8.456 16.247 3.988
31 Toianas 103,95 6.014 6.250 12.264 2.648
32 Kokbaun 34,32 1.532 1.589 3.121 951
Timor Tengah Selatan
3.955
215.327
219.712
435.039
98.624

Lapangan pekerjaan TTS dibagi atas beberapa bagian yaitu primer, sekunder dan tersier dimana lapangan pekerjaan primer yaitu pertanian mendominasi dalam lapangan pekerjaan disusuk oleh lapangan pekerjaan sekunder yang dimana sekunder yaitu di bidang pertambangan, pengalian dan lainnya seperti pada table 2 penduduk yang berumur 10 tahun keatas yang bekerja selama seminggu menurut lapanagan usaha utama dan jenisnya.
Pertanian merupakan sector andalan yang tidak dapat dipisahkan oleh masyarakat Nusa Tenggara Timur Khususnya TTS maka dari itu pada PDRB kabupaten TTS dapat dilihat pada table 3 lapangan usaha pertanian semakin hari semakin besar dari tahun 2005 sampai 2009 semakin maju karna perkembangan ilmu dan teknologi yang semakin maju untuk itu perhatian dari pemerintah sebagi motivator dari petrani perlu ditingkatkan agar bisa mencapai tujuan dari pemerintah untuk meningkatkan pendapatan daerah dimana kalau masyarakat sejaterah karena perhatian pemerintah baik maka perkembangan sector ini semakin baik.
Table 2
Penduduk Berumur 10 Tahun Keatas yang Bekerja Selama Seminggu yang
Lalu Menurut Lapangan Usaha Utama dan Jenis Kelamin
Tahun 2009

No Lapangan Usaha Utama Laki-Laki Perempuan Jumlah
1 Primer 97.401 42.993 140.394
2 Sekunder 929 1.530 2.459
3 Tertier 11.350 4.902 16.252
4 Lainnyha - - -
Jumlah 109.680 49.425 159.105
Keterangan :
- Primer : Pertanian
- Sekunder : Pertambangan, Penggalian, Industri, Listrik, Konstruksi, Gas dan Air



Table 3
Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Timor Tengah Selatan Atas Dasar Harga Berlaku Di Sektor Pertanian tahun 2005 – 2009
No Lapangan usaha 2005 2006 2007 2008 2009
1 Tanaman bahan makanan 412 525 997 454 364 811 482 377 186 587 649, 62 654 721,66
2 Tanaman perkebunan 11 427 378 11 926 009 12 552 066 16 575, 42 18 259, 49
3 Peternakan 252 743 5-02 274 470 767 299 511 284 370 316, 42 451 210,74
4 Kehutanan 2 192 814 2 279 301 2 357 540 1 890,12 1 961,24
5 Perikanan 169 025 176 809 182 933 226,09 244,43
Jumlah 679 058 ,716 743 217 ,696 795 981 ,020 976 657, 79 1 090 397, 56

Tidak terlepas dari pendapatan daerah yang dilihat pada PDRB kabupaten TTS kita juga dapat lihat pada pengeluaran perkapita dalam sebulan yang dilakukan oleh petani sendiri dimana itu merupakan biaya tetap dari usaha tani dimana biaya hidup dari seorang petani dihitung dalam pengeluaran perkapita sebulan yang bukan makanan mulai dari pembuatan rumah sampaikeperluan pesta Diaman itu juga bagian dari biaya hidup petani. Biaya tetap yang dikeluarkan oleh petani TTS yang perlu diubah adalah perlengkapan pesta sehingga dapat mengurangi pengeluaran perkapita petani. Kebanyakan petani TTS walau sudah miskin tapi masih mempunyai gengsi dalam pesta dimana biaya yang besar dapat dikeluarkan hanya untuk pesta sementara tidak m,emperhatikan kebutuhan fdalam rumah tangga yang semakin besar. Keperluan pesta di kabupaten TTS tidak terlepas dari yang namanya minuman beralkohol d ilihat pada table 5 pengeluaran untuk minuman alcohol sendiri cukup besar yang kebanyakan dikakukan oleh masyarakat yang memp[unyai pendapatan sangat rendah diakibatkan karena kurangnya sosialisasi tentang bahayanya minuman keras sehingga di masyarakat TTS diakibatkan karena budaya TTS yang tidak terlepas dari yang namanya TUA (SOPI) Biaya yang di keluarkan untuk biaya pesta coba dialihkan untuk biaya hidup dalam usaha tanibisa meningkatakan taraf hidup masyarakat.
Table 4
Rata –Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan dan Kelompok Bukan Makanan di Timor Tengah Selatan
Tahun 2009
(Ribuan)
No Jenis Pengeluaran Golongan Pengeluaran
< 40,000 40,000 - 59,999 60,000 –79,999 200,000 – 299,999 300,000 – 499,999 > 500,000
1 Perumahan 4.641 6.066 7.805 41.672 79.454 214.991
2 Aneka Barang & Jasa 1.203 1.742 2.444 16.003 33.086 70.735
3 Biaya Pendidikan anak 629 950 1.281 7.023 15.340 31.923
4 Biaya Kesehatan 284 430 786 4.069 7.412 12.856
5 Pakaian dan Alas Kaki 920 1.403 1.954 6.452 10.289 20.695
6 Barang Tahan Lama 345 445 836 4.757 10.042 26.908
7 Pajak & Asuransi 350 223 230 1.903 5.835 12.641
8 Keperluan Pesta 478 494 1.031 6.065 8.238 31.066
Jumlah 8.850 11.753 16.367 87.944 169.696 421.815

Table 5
Rata –Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan dan Kelompok Makanan di Timor Tengah Selatan
Tahun 2009
(Ribuan)

No
Jenis Pengeluaran Golongan Pengeluaran
< 40,000 40,000 - 59,999 60,000 –79,999 200,000 – 299,999 300,000 – 499,999 > 500,000
1 Padi-padian 10.943 22.595 32.230 49.355 35.110 54.575
2 Ubi-ubian 1.569 1.625 1.650 4.053 4.171 6.767
3 Ikan 383 794 998 6.497 17.693 25.940
4 Daging 383 663 1.292 19.607 31.182 102.180
5 Telur dan Susu - 278 483 11.788 20.770 45.564
6 Sayuran 3.214 3.818 5.309 13.582 14.591 26.898
7 Kacang 1.301 1.436 1.324 4.711 10.014 8.628
8 Buah 1.148 1.366 1.442 4.822 8.472 18.158
9 Minyak & Lemak 1.760 2.353 3.054 7.926 7.230 16.579
10 Bahan Minuman 1.102 1.917 2.560 12.245 9.946 19.286
11 Bumbu-bumbuan 651 929 1.053 3.701 4.960 10.263
12 Konsumsi lain 306 680 812 4.314 4.269 4.962
13 Makanan & minuman jadi 765 1.092 739 7.180 22.985 84.135
14 Minuman alcohol 153 24 96 8.655 - -
15 Tembakau & Sirih 3.069 3.432 3.810 11.653 23.939 19.173
Jumlah 26.747 43.002 56.852 170.089 215.332 443.108

Makanan pokok dari masyarakat TTS adalah jagung yang diambil dari lahan yang mereka miliki dimana jagung biasanya diagung-agungkan dibandingkan komoditi lain walau jumlahnya sedikit tapi petani TTS dapat mengusahakannya agar harus ada dalam rumah mereka maka itu dapat kita lihat pada salah satu satu kecamatan yang ada di kabupaten TTS yaitu kecamatan Mollo Utara yang menjadi salah satu pemasok jagung bagi kabupaten TTS .Pada produksi jagung yang diusahakan oleh masyarakat kebanyakan tanpa mengunakan pupuk diaman hasilnya leih sedikit dibandingkan mengunakan pupuk tetapi itu menjadi tradisi yang dilakuakan oleh masyarakat setempat yang masih mengharapkan humus tanah yang ada.
Sampai saat ini jagung dikenal sebagai salah satu komoditas tanaman pangan yang sangat penting bagi masyarakat setelah padi. Komoditas ini dibutuhkan sebagai sumber bahan makanan sehari-hari juga bahan baku industri terutama makanan dan pakan ternak. Untuk makanan sehari-hari dikonsumsi dalam bentuk biji dan olahan juga dalam bantuk lain seperti tongkol masih muda yang dibuat sayur (baby corn) sedangkan untuk industri yaitu industri minyak makan, pati dan minuman seperti bir. Untuk limbah berupa janggel (corn cob) dijadikan bahan baku industri kimia dan pembersih/pengkilap kulit (semir), kayu (pelitur), dan logam (Amerikan Society of Agronomy, 1977 dalam Nasib dan Darsana, 1993).
Seiring dengan perkembangan industri, usaha pakan ternak memiliki tingkat permintaan yang sangat tinggi. Besarnya serapan dari sektor jenis usaha tersebut mencapai 35 % dari total produksi Nasional. (Puslitbangtan, 1988. dalam Nasib dan Darsana, 1993).
Mengantisipasi kondisi ini maka pemerintah telah bertekad mengembangkan usahatani komoditas ini terutama keluar pulau Jawa yang selama ini dikenal sebagai sentra produksi terbesar dalam upaya mencukupi kebutuhan nasional dan ketidakseimbangan antara permintaan dan ketersediaan.
Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan salah satu daerah sasaran pengembangan. Daerah ini dianggap potensial karena memiliki potensi lahan kering yang cukup luas serta masih dominannya peran komoditas ini terhadap kelangsungan hidup masyarakat lokal dalam menjadikan sebagai sumber bahan makanan sehari-hari bagi petani di pedesaan yang sampai saat ini masih cukup dominan mengkonsumsi langsung baik dalam bentuk biji maupun diolah. Bahkan sangat berperan terhadap kehidupan kemasyarakatan yang ditandai dengan seringnya komoditas ini diikutsertakan sebagai salah satu jenis makanan pokok dalam setiap aktivitas sosial budaya dan keagamaan.
Biaya produksi yang dikeluarkan oleh petani untuk mengusahakan jagung yang tanpa mengunakan pupuk cukup kecil tetapi mendapatkan hasil yang sedikit pula tetapi jangung yang mengunakan pupuk memerlukan biaya produksi yang besar tetapi mendapatkan keuntungan yang besar pula dapat kita lihat pada tabel 6 dan tabel 7 maka dari itu peningkatan jumlah produksi dapat meningkatkan keuntungan.
Tabel 6
Komponen Pengembangan Usahatani Komoditi Jagung Di Kecamatan Mollo Utara
Tahun 2009
Komponen Perlakuan
1 2 3
Produktivitas 1.510 3.910 4.350
Penerimaan 604.000 1.564.000 1.740.000
Biaya :
- Bibit
- Pupuk
- Tenaga Kerja 563.900
7.400
-
556.5000 883.000
50.000
-
833.000 935.000
50000
80000
805.000
Keuntungan 40.100 681.000 805.000


Tabel 7
Perkembangan Komoditi Jagung Di Kecamatan Mollo Utara
Tahun 2009
No Perlakuan Produksi
(kg) Harga
(Rp) Biaya Produksi (Rp) Keuntungan (Rp) Titik Impas

Produksi (Kg) Harga (Rp)
1 Tanpa Dipupuk 1.510 400 563.000 40.000 100,25 26,56
2 ½ Pupuk 3.910 400 883.000 681.000 1.702,5 174,17
3 Dipupuk 4.350 400 935.000 805.000 2.012,5 185,06

Peningkatan kualitas dan pendapatan hidup masyarakat kabupaten Timor Tengah Selatan sangat tergatung pada masyarakat TTS sendiri dimana perluasan lahan dan peningkatan jumlah produksi sangat dapat meningkatkan taraf hidup dari masyarakat tersebut bukan hanya bisa tergantung pada pemerintah daerah sebagai pendukung dalam pemberdayaan kualitas hidup masyarakat dimana biaya hidup yang merupakan salah satu bagian dari biaya tetap yang tidak terlepas dari pertanian dan biaya –biaya lainya seperti tenaga kerja yang merupakan salah satu dari biaya variable yang mendukung produktivitas masyarakat dalam mengelola lahan.

PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari pembahasan diatas dapt disimpulkan bahwa :
1. Pertanian merupakan sektor andalan dari kabupaten TTS yang merupakan sector yang paling mendominasi di daerah TTS serta dengan banyak keragaman hayati yang ada.
2.
B. Rekomendasi

REFERENSI

- http://www.google.com: Biaya Tetap dalam Usahatani, yang diambil pada tanggal 29 juni 2011
- http://www.google.com : Biaya Variabel Dalam Usahatani,yang diambil pada tanggal 29 juni 2011
- http://www.google.com: Komoditas Jagung Timor Tengah Selatan , yang diambil pada tanggal 1 juli 2011
- Kantor Statistik Propinsi Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Timur dalam angka. 2009.
- Soekartawi 2002. Prinsip Dasar Ekonomi Pertanian, Raja Grafindo.
- Sutawi 2002, Manajemen Agribisnis, Penerbit bayu media. Jakarta
- Mubyarto 1993, Pengantar Ekonomi Pertanian LP3S. Jakarta

Skripsi :
- Penentuan Harga Jaul Produk Dan Keuntungan Emping Jagung dibuat oleh Fahmi Cahya Ramadhan.
- Strategi Pemanfaatan Lahan Kering Untuk Meningkatkan Produksi Pangan Di Propinsi Nusa Tenggara Timur Dibuat Oleh Yasinta Ndaumanu.
- Analisis Kontribusi Usahatani Wortel Terhadap Pendapatan Usaha Tani Hortikultura Di Kelurahan Sikumana Kecamatan Maulafa Kota Kupang dibuat oleh Yosita Ensita Ajul
- Pengaruh Tingkat Salinitas Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Sorgum Dibuat Oleh Stevan E.Huan
- Kajian Ekonomi Usahatani Tomat Dikelurahan Bakunase Kecamatan Oebobo Kota Kupang Dibuat Oleh Sriyanti Adriyany Tuka
- Hubungan Faktor Sosial Ekonomi Dan Sikap Petani Sawah Terhadap Inovasi Traktor Rotasi Di Desa Pukdale Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang Dibuat Oleh Hamid Guntur Abdulmanan.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar